Wednesday, February 6, 2013

Utamakan Proses Bukan Hasil…


Alkisah pada suatu perjamuan di acara syukuran tujuh bulan kehamilan seorang ibu (Jawa:mitoni).

Terjadi sebuah percakapan di antara para undangan yang menarik perhatian….





Ada beberapa undangan yang hadir mengelus perut sang istri yang sedang hamil dan berkata “Selamat ya, semoga menjadi anak yang pintar dan berbakti pada orang tuanya….” atau “Kok kelihatan sehat banget nih si kecil kalau laki pasti ganteng kayak ayahnya dan kalau perempuan pasti cantik kayak ibunya, selamat ya” dan lain sebagainya.

Sambil sang istri yang sedang hamil tersipu-sipu malu dan berbinar-binar mendengar pujian dari para undangan yang hadir.

Sebuah percakapan yang wajar jika menghadiri undangan selamatan atas kehamilan.

Tapi mengapa tidak ada satupun dari undangan yang hadir mengelus alat kelamin sang suami dan berkata “Selamat ya, kerja yang hebat Bro”.. atau “Tanpa kerja keras si kecil ini, semua akan sia-sia ya.”

Di percakapan tersebut ada suatu ketidakwajaran yang saat ini banyak terjadi, bahwa kita selalu melihat kesuksesan dari HASIL yang dicapai bukan perjuangan yang harus dijalani untuk mencapai sukses atau keberhasilan.

Semua orang akan melihat bahwa jerih payah sang pemimpin tanpa melihat jerih payah si pegawai/pesuruh yang telah bekerja lebih keras dengan segala upaya untuk mewujudkan keberhasilan sang pemimpin.

Banyak orang terkagum-kagum dengan kesuksesan seorang individu tanpa melihat individu-individu lain yang membantu proses menuju sukses tersebut.

Satu hikmah yang bisa diambil pada perjamuan tersebut adalah hargailah proses untuk menggapai keberhasilan/kesuksesan dan beberapa individu yang membantu proses menuju sukses tersebut karena tidak ada satu orang pun sanggup menggapai kesuksesan seorang diri tanpa melibatkan individu yang lain juga Tuhan tentunya.

Karena Tuhan hanya memberikan beberapa pilihan dan menandatangani Surat Keputusan dan takdir manusia sendirilah yang menentukan pilihannya.

Semoga bermanfaat.

No comments:

Post a Comment